Selasa, 24 Oktober 2017
BANDARQ
Masih Belum Bisa Disembuhkan, Wanita Penderita Keringat Darah Ini Depresi![]() |
| Masih Belum Bisa Disembuhkan, Wanita Penderita Keringat Darah Ini Depresi |
Kejadian ini dialami seorang wanita Italia yang membuat para ahli merasa kebingungan, seperti diberitakan dari News.com.au.
Menurut studi di University of Florence yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, pasien tersebut sudah mengalami pendarahan secara acak selama tiga tahun belakangan ini.
"Saya sebutkan secara terus terang, saya belum pernah menemukan kasus seperti ini," ucap Dr. Michelle Sholzberg selaku co-direktur program Perawatan Komprehensif Hemofilia di Rumah Sakit St Michael, saat ditanyai CBC News.
"Saya pernah melihat beberapa gangguan pendarahan terburuk, namun belum pernah melihat kejadian seperti ini, berkeringat mengeluarkan darah," ujarnya.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, sejauh ini masih belum diketahui penyebab pastinya yang bisa menyebabkan terjadinya pendarahan pada wanita itu.
Pasien bisa mengalami pendarahan pada saat berolahraga, begitu pun saat dia sedang tidur.
Namun dikabarkan dirinya akan mengalami pendarahan terparah ketika sedang mengalami depresi.
Para ahli mengatakan bahwa darah akan keluar dari pori-pori tubuh pasien dalam jangka waktu satu hingga lima menit.
Pada akhirnya, dokter menyatakan bahwa dia telah menderita hematohidrosis.
Itu adalah sebuah kelainan di mana seorang pasien akan mengeluarkan darah atau keringat melalui kulit atau pori yang tidak terluka sama sekali, laporan berdasarkan CBC.
"Saya pikir orang ini mengalami kelainan anatomis yang sangat aneh pada tingkat mikroskopis, yang mengakibatkan gejala sangat tak biasa itu," kata Sholzerbg.
Para ahli mengatakan bahwa darah akan keluar dari pori-pori pasien dalam kurun waktu satu sampai lima menit.
Pada akhirnya, dokter mengatakan dia menderita hematohidrosis.
Itu merupakan kelainan di mana seorang pasien mengeluarkan darah atau keringat melalui kulit atau pori yang tidak terluka, menurut CBC.
"Saya kira orang ini menderita kelainan anatomis yang sangat aneh pada tingkat mikroskopis, yang menyebabkan indikasi yang tidak biasa itu," ucap Sholzerbg.
Menurut penelitian tersebut, wanita itu merasa malu karena mengalami kelainan itu sehingga membuatnya menjadi pribadi yang tertutup.
"Pasien kami telah terisolasi secara sosial karena merasa malu akibat pendarahan, dan dia melaporkan gejala yang konsisten dengan gangguan depresi dan panik," jelas studi tersebut.
Hingga kini, maupun profesional medis, tetap saja masih belum bisa menyembuhkan penyakit langka seperti ini.
Mereka hanya memberikan resep obat dengan nama beta blocker yang disebut proletarian atau proletar bisa membantu untuk meringankan gejalanya. Berita ini dikutip dari dominoqq.






Posting Komentar