Senin, 30 April 2018
Serikat Buruh Ini Setuju dengan Perpres Tenaga Kerja Asing
BandarQ - Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KRPI) sepakat dengan lahirnya Ketentuan Presiden Nomor 20 Th. 2018 mengenai Tenaga Kerja Asing atau Perpres TKA. Walau sebenarnya, ketentuan itu banyak ditentang serikat buruh serta politisi karna di kuatirkan juga akan memberi ruangan pada tenaga kerja asing seluas-luasnya.
Ketua Umum KRPI Rieke Dyah Pitaloka menyebutkan, masalah berkaitan tenaga kerja asing ini tidak dapat diliat parsial. Politisi PDIP ini mengingatkan kalau Indonesia banyak juga kirim pekerja migran ke Timur Tengah serta negara Asia seperti China.
"Jadi gosip begini tidak dapat sepotong-sepotong. Mesti kami katakan mesti ada blueprint jadi negara industri yang pasti seperti apa, bila tidak miliki blueprint kita juga mustahil menyingkirkan bagaimana," tutur Rieke di Restoran Bumbu Desa Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/4/2018).
Menurutnya, masalah tenaga kerja asing ini perlu diluruskan dari hulu. Rieke menjelaskan kalau pemerintah mesti buat roadmap untuk perindustrian. Dia tawarkan pemerintah untuk membuat Tubuh Penelitian Nasional untuk memecahkan problem tenaga kerja dari hulu diluar Perpres TKA.
"Mesti ada perbaikan sebagian ketentuan tenaga kerja, termasuk juga masalah tenaga asing iya, namun janganlah lalu itu buat kita golongan pekerja menafikan golongan pekerja yang lain, jadi kita fair saja yang perlu diperbaiki mesti diperbaiki dari hulu," tuturnya.
Sesaat, pengurus KRPI yang Presiden Organisasi Pekerja Semua Indonesia (OPSI) Saeful Tavip menyebutkan, dengan terdapatnya Perpres TKA itu memperkuat peranan pengawasan pada masalah tenaga kerja asing. Dengan terdapatnya ketentuan baru itu, jadi juga akan mengecilkan tenaga kerja kasar masuk ke Indonesia.
"Perpres ini sesungguhnya menginginkan mengatur lebih tegas serta lebih terang, menginginkan mengawasi lebih terang sekali lagi mengenai bagaimana pemakaian tenaga kerja asing agar tidak semberangan type pekerjaan dimasuki tenaga kerja asing, terlebih tenaga kerja asing kasar," ucapnya.
Menurut dia, gosip tenaga kerja China membanjiri Indonesia jadi hoaks. Saeful mengatakan, sebelumnya ada Perpres itu juga tenaga kerja asing telah banyak masuk.






Posting Komentar