Senin, 02 April 2018

Apa Saja Sih Manfaat Tidur Siang Untuk Si Kecil?

Apa Saja Sih Manfaat Tidur Siang Untuk Si Kecil?
   Apakah anak ibu yang masih berusia tiga tahun sudah bisa mempelajari bicara dengan kata-kata baru?

Ada cara mudah dan sederhana, yakni dengan memberikan anak tidur siang secara teratur sehabis satu jam belajar kata-kata kerja yang baru dikenal.

Ini akan bermanfaat untuk mempertahankan belajar yang lebih baik.

Para peneliti di University of Arizona di AS berhasil menemukan bahwa pada saat dilakukan percobaan selama 24 jam kemudian, anak-anak yang memiliki waktu tidur siang, dalam jangka waktu selama satu jam mampu mengenali kata kerja dengan lebih baik jika dibandingkan dengan anak yang tetap terjaga selama kurang lebih lima jam setelah belajar.

Ini merupakan tentang kebiasaan anak yang sering tidur siang atau tidaknya.

Penemuan yang diberitahukan dalam jurnal Child Development menunjukkan, bahwa orangtua mungkin mengharapkan akan mempertimbangkan dengan menerapkan tidur siang untuk anak-anak prasekolah yang berada pada usia di mana tidur siang kebanyakan berkurang, ujar penulis studi utama Michelle Sandoval.

Tim melakukan ujicoba terhadap 39 jenis pengembangan anak yang berusia tiga tahun dan membagikan mereka menjadi dua kelompok menyangkut kebiasaan tidur siang (anak yang tidur siang empat hari atau lebih dalam seminggu) dan kebiasaan anak yang tidak tidur siang (anak yang tidur siang tiga hari atau lebih sedikit per minggu).

Dalam setiap kelompok yang dibagikan, anak-anak secara acak diperintahkan untuk tidur siang, yakni mereka akan tidur siang selama kurang lebih 30 menit sehabis belajar kata kerja maupun tetap terjaga, di mana mereka tidak akan tidur siang sehabis belajar.

Mereka mengajarkan anak-anak hanya terdiri dari dua kata kerja yaitu "blicking" dan "rooping". Mereka juga memperlihatkan video di mana dua peran yang berbeda dilakukan secara terpisah.

Setelah 24 jam kemudian, anak-anak menunjukkan video dari tingkah laku dua aktor yang sama persis seperti yang mereka pelajari di hari sebelumnya.

"Terlepas dari perilaku tidur siang, anak-anak yang dalam situasi tidur diminta untuk tidur siang usai belajar mampu mencerna apa yang sudah dipelajari, dan mereka yang tetap terjaga atau tak tidur siang maka tidak bisa mencerna setelah 24 jam kemudian," tutur Michelle.

Hal apa yang benar-benar penting tentang fase ini ialah bahwa pada dasarnya otak melakukan pengulangan memori selama tidur. Jadi ritme otak yang terjadi selama tidur melambat dan fase lain dari tidur non-REM sebenarnya mengaktifkan, mengulang dan memperkuat memori, " terang rekan penulis studi Rebecca Gomez.


- Copyright © Berita Terupdate Intanqq - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -