Sabtu, 03 Maret 2018
Seorang Anak Diduga Dibunuh Namun Dianggap Kecelakaan, Pihak Keluarga Lapor Polisi
![]() |
| Orang Tua Korban Yang Tidak Terima Lapor Polisi |
BANDARQ - Mengira ada yang tidak lumrah dengan, Rita Muztahida melapor ke polisi. Rita mengira anaknya, M. Albar Mahendra, wafat karna dianiaya. Terlebih dulu dijelaskan kalau kematian Albar karena sebab kecelakaan. Tetapi Rita menyangsikan hal semacam ini karna lihat motor Albar yang utuh.
"Ini bukanlah kecelakaan yang cuma jatuh dari motor, tapi ada luka dari senjata tajam, " tutur Rita di Polda Jawa timur, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Jumat (2/3/2018). Albar yang wafat dunia di Lokasi Dusun Kedinding, Desa Ngampel Sari, Candi, Sidoarjo ini adalah pelajar kelas 1 di SMPN 3 Porong. Peristiwa ini berawal pada Selasa, (12/12/2017) jam 15. 40, Albar diketemukan wafat dunia dengan luka di kepalanya.
Tetapi, pada badannya tidak didapati lecet serta sisa luka karena kecelakaan dari motor. Di sepeda motornya juga tidak didapati lecet, cuma pada spion yang ada sisa tebasan pedang. Sampai kini, Rita mengakui belum juga memberikan laporan masalah ini karna masih tetap trauma mengenai kematian anak saya.
"Saya masih tetap trauma, serta masih tetap mencari info jadi bukti," kata Rita.
Sesaat, hasil visum yang dikerjakan di RSUD Sidoarjo belum juga dapat temukan bukti dengan tertulis karena belum juga dikerjakan otopsi. Tetapi, ada info bila korban wafat karna penganiayaan karna diketemukan sisa luka senjata tajam. Hal semacam ini didapat dari info dokter yang mengecek saat itu.
Rita mengakui, sepulang sekolah anaknya seringkali menceritakan bila ada segerombol anak yang mencegatnya di jalan. " Saya ma, didat arek nang kono, arek e gerombolan, (Saya ma, dicegat anak disana, anaknya segerombolan), " tutur Rita menirukan perkataan Albar.
Tidak cuma itu, rekan korban menceritakan bila di sekolah, Albar seringkali dipalaki oleh segerombolan anak. Ada juga versus yang menyebutkan bila ada problem karna cinta Albar pernah tidak diterima.
Sebelumnya wafat dunia, Albar pernah menghubungi rekan dekatnya lewat telepon serta memohon pertolongan. Tetapi, saat di tanya tempatnya, Albar cuma menjawab Wassalam serta tutup telepon.
Sampai kini, sebelumnya memantapkan hatinya untuk melapor serta mencari kebenaran atas masalah sangkaan pembunuhan anaknya, Rita mengumpulkan banyak data. " Saya usaha bertanya ke guru BK, menyatukan info serta memperkuat hati untuk pergi kesini, " tutur Rita sambil matanya berkaca-kaca.






Posting Komentar