Rabu, 31 Januari 2018
Di Tahun 2018, Penjahat Siber Akan Memanfaatkan AI
![]() |
| Di Tahun 2018, Penjahat Siber Akan Memanfaatkan AI |
Seperti yang diketahui, AI ini dalam beberapa tahun belakangan ini sedang ramai-ramai di dunia teknologi. Semua perusahaan teknologi beradu untuk menciptakan dan mempergunakan kecerdasan buatan.
Namun, semakin canggih perkembangan teknologi itu, tentunya akan adanya tindakan kejahatan yang canggih juga. Peneliti keamanan di Avast menyebutkan bahwa akan terjadi sejumlah serangan siber di tahun ini. Cuma, para penjahat siber sudah memakai AI dalam melakukan aksinya.
"Semakin canggih bentuk pembelajaran mesin yang open source, ditambah lagi dengan adanya penurunan harga terhadap perangkat keras yang relevan, para penjahat siber semakin mempunyai kesempatan untuk memakai kerangka pembelajaran mesin untuk menyelundup melalui algoritme pembelajaran mesin yang dikembangkan oleh perusahaan keamanan," ucap Ondrej Vlcek, CTO & EVP Avast.
"Kami menaksir jika penjahat siber akan berusaha memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan serangan phising yang canggih, di samping serangan malware," imbuhnya seperti yang dikutip IntanNews berdasarkan keterangannya, Rabu (31/1).
Tidak hanya itu saja, Avast juga menduga akan terjadi meningkatnya serangan massal, serangan ransomeware, dan juga serangan terhadap perangkat Internet of Things (IoT), malware cryptomining dan serangan terhadap layanan yang didirikan dengan Blockchain.
Dalam laporan Avast juga mengisyaratkan potensi serangan rantai pasokan tingkat tinggi akan muncul, serta peningkatan serangan dari fileless malware, pelanggaran data dan serangan terhadap perangkat mobil, contohnya seperti trojan perbankan.






Posting Komentar