Senin, 29 Januari 2018

BANDARQ- Kementerian Pekerjaan Berusaha Menyelidiki Kasus Robohnya Beton LRT 

Kementerian Pekerjaan Berusaha Menyelidiki Kasus Robohnya Beton LRT 

BANDARQ-  PT Wijaya Karya menyatakan Tim Observasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Direktorat Jembatan masih melaksanakan observasi terkait penyebab insiden ambruknya Proyek LRT Velodrome – Kelapa Gading, beberapa waktu lalu dan ini masih menjadi kasus yang aneh akan Ambruknya Beton tersebut. 

Penyelidikan guna mengetahui penyebab insiden melalui pengambilan sampel beton, alat jacking dan kabel strand di lokasi terdampak untuk kemudian dilakukan pengujian di laboratorium balai litbang jalan dan jembatan Bahwasanya saat ini masih berlangsung proses investigasi terhadap insiden Proyek LRT Velodrome – Kelapa Gading (P102) Bentang P28-29 oleh pihak-pihak yang berwenang dan berkompeten,jelas Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya, Puspita Anggraeni dalam penjelasannnya di Jakarta, Sabtu (28/1/2018).

Dia juga menuturkan jika Proyek LRT Jakarta, Velodrome – Rawamangun dalam proses konstruksinya tidak menggunakan PCI girder melainkan menggunakan box girder.

Dia menuturkan pada Jumpa Pers Kejadian Kegagalan Bangunan dan Kecelakaan Konstruksi, Jumat (26/1), analisis dan poin-poin identifikasi kesimpulan penyebab terjadinya kecelakaan konstruksi merupakan kajian strategis oleh Kementerian PUPR dan mereka masih dalam kasus penyelidikan agar mereka bisa mengetahui mengapa Bisa sampai terjadinya kecelakaan ini.

Ini atas serangkaian kejadian kecelakaan konstruksi yang terjadi pada beberapa proyek terhitung 22 September 2017 hingga 23 Januari 2018 Jadi tidak semata-mata mengarah kepada Proyek LRT Velodrome – Rawamangun saja,tegas dia dan begitulah tanggapan dari Kepala proyek dan dia beraharap tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini.

Pernyataan Puspita menanggapi perihal pemberitaan sebelumnya, seperti disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR, Danis H Sumadilaga yang menyatakan jika pihaknya masih menyelidiki ambruknya girder atau beton di antara dua penyangga pada proyek Light Rapid Transit (LRT) Jakarta di kawasan Kelapa Gading-Velodrome dan Hasil kesimpulan sementara, kecelakaan ini terjadi karena proses penarikan kabel (stressing) dan sambungan basah.

Hasil kesimpulan sementara karena proses penarikan kabel dan sambungan basah sehingga girder LRT ambruk,kata di kantornya, Jumat (26/1/2018)Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin, menjelaskan, beberapa identifikasi sementara penyebab kecelakaan saat proyek dilaksanakan atau konstruksi pada pemasangan PCI girder yang terjadi di proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome.

- Copyright © Berita Terupdate Intanqq - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -