Sabtu, 30 Desember 2017
BANDARQ- Bertambahnya Kasus Keracunan Nasi Kebuli di Bogor
![]() |
| Bertambahnya Kasus Keracunan Nasi Kebuli di Bogor |
BANDARQ- Jumlah korban keracunan nasi kebuli di Desa Cilember, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini terus bertambah, Semula hanya ada sekitar 50 korban kini bertambah menjadi lebih dari 100 orang.
Dari 100 korban tersebut, 40 di antaranya dirawat di Rumah Sakit Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua Bogor, dan satu korban lainnya dirawat di RSUD Ciawi.
Sisanya ditangani oleh petugas kesehatan di posko darurat, nyata Kepala Desa Cilember, Bunyamin, pada Jumat (29/12/2017).
Awalnya, lanjut Bunyamin, warga yang mengeluh pusing, mual, dan muntah-muntah usai menyantap nasi kebuli hanya berjumlah 50 orang. Namun hingga Jumat malam tadi, jumlahnya terus bertambah dan semakin banyak yang keracunan oleh nasi kebuli ini.
Korban nasi kebuli yang mayoritas perempuan ini terus berdatangan ke posko kesehatan untuk memeriksakan keluhannya itu sungguh tak disangaka korban yang kemarinnya hanya sekitar 50 orang ini sekarang meningkant dengan drastis dan semakin banyak yang keracunan dan membuat posko kesehatan setempat menjadi kesusahan untuk mengobatinya.
Setelah sweeping, warga yang mengeluh mual dan pusing berdatangan memeriksakan ke petugas kesehatan,ujar dia.
Menurutnya, ibu-ibu di desanya ini sering mengikuti kegiatan Maulid Nabi SAW maupun pengajian yang dipimpin KH Muhksin di majlis taklim di Kampung Cirangrang, Desa Cilember, Cisarua.
Memang rutin mengadakan pengajian dan Maulid untuk ibu-ibu didaerah sekitar ciramgramg ini dan biasanya orang yang mengikuti maulid ini bisanya sampai antara 300 sampai 400 orang,kata Bunyamin.
Kapolsek Cisarua, Kompol Sarjito mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat siang, setelah para korban mengikuti kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sebuah pesantren di desa tersebut ,Setelah kegiatan keagamaan itu warga yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga ini mendapat nasi kebuli pake styrofoam oleh panitia. Setelah makan, warga lalu merasa pusing dan mual,kata Sarjito.






Posting Komentar