Rabu, 11 Oktober 2017

BANDARQ

Panglima TNI Tegaskan Akan Setia Pada Presiden Jokowi
Panglima TNI Tegaskan Akan Setia Pada Presiden Jokowi
Bandarq - Dari berbagai pihak mulai mengadu domba Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo untuk berpartisipasi dalam politik. Gambar Jenderal Gatot yang dihubungkan dengan capres tertentu pun sudah tersebar. Ada sejumlah partai politik yang mulai melontarkan ketertarikan terhadap Panglima TNI Gatot Nurmantyo untuk maju di Pilpres 2019, baik maju sebagai Capres maupun Cawapres di 2019 mendatang.

Sejumlah pihak menyangkal bahwa Gatot berpartisipasi dalam politik dan berbeda pendapat dengan Presiden Joko Widodo.

Tetapi Gatot membantah keras pernyataan tersebut. Seperti menjawab masalah yang baru saja muncul, Sang Panglima TNI meminta kepada Presiden jangan meragukan kesetiaannya dan para prajurit. Hal tersebut disampaikan Gatot pada HUT TNI dengan tegas.

"Saya jelaskan, bahwa politik TNI yang berarti politik negara. Politik yang bertujuan untuk berdiri dan kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang di dalamnya terkandung pada ketaatan hukum dan sikap yang memprioritaskan kepentingan rakyat daripada kepentingan apapun itu. Serta pastuh terhadap atasan yaitu Presiden Indonesia yang dipilih secara sah oleh konstitusi," ungkap Jenderal Gatot, saat di hadapan Presiden Jokowi, Kamis (5/10). Berita ini dikutip dari dominoqq.

"Sekali lagi tegaskan jangan pernah meragukan kesetiaan TNI dan para prajurit," ucapnya. Jokowi terlihat menganggukkan kepalanya usai mendengar pidato yang disampaikan Gatot.

Dalam kesempatan yang sama, Jenderal Gatot akan memastikan sampai kapan pun TNI akan selalu menjunjung tinggi sumpah dari prajurit.

Pernyataan Gatot disampaikan kembali saat memberi pengarahan di hadapan 2.325 prajurit TNI (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara) se-wilayah Kodam IV/Diponegoro, yang bertempat di Balai Diponegoro, Semarang, Senin (9/10).

Dia juga menegaskan soal komitmen TNI untuk mengawal NKRI. Gatot memerintahkan prajurit TNI juga diharuskan tunduk dan patuh kepada Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI terpilih secara sah dan berdasarkan hukum atau konstitusi.

Berhubung dengan pelaksanaan Pilkada serentak di tahun 2018, Panglima TNI menyatakan bahwa TNI harus mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat, sebab TNI dan Polri nantinya yang akan jadi penengah jika saja terjadi konflik.

"Dalam kondisi seperti ini, maka TNI dan Polri harus netral dan jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat," tegasnya.

"Kalau kamu (TNI) berpihak pada salah satu kontestan, begitu terjadi konflik maka rakyat tidak mempercayai kamu sebagai penengah. Tetapi apabila kamu benar-benar netral, maka begitu ada konflik mereka percaya bahwa kamu bisa menjadi penengah," tegas Panglima TNI.

Jauh sebelumnya, janji untuk setia pun sudah disampaikan Gatot. Saat aksi 411 dan 212 terjadi, Gatot menegaskan hanya berusaha mengamankan aksi agar tidak terjadi kericuhan. Bukan bertujuan untuk mencari simpatisan dari masyarakat maupun yang berbau politik.

"Sebagai Panglima TNI, atasan saya adalah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, selaku Panglima Tertinggi TNI. Oleh karena itulah, saya harus patuh dan mengabdi setia kepada Presiden," tegas Gatot.

Sementara itu Puspen TNI menghimbau agar masyarakat tidak mempercayai informasi yang beredar di media sosial soal Jendral Gatot Nurmantyo. Banyak pihak yang memanfaatkan situasi seperti ini.

TNI mengajak sesama anak bangsa, agar tidak menimbulkan berita hoax dan jangan saling mengadu domba, terutama dengan mengatasnamakan Pejabat Negara maupun Institusi.

"Karena itu semua hanya akan menimbulkan dampak yang buruk, dimana Indonesia saat ini sedang membangun," ucap Kapuspen TNI Mayjen Wuryanto.

                      www.intanqq.poker

- Copyright © Berita Terupdate Intanqq - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -