Kamis, 28 September 2017

BANDARQ


Komentarnya Jadi Kontroversi, Panglima TNI: 100% BENAR Itu Suara Saya!



Bandarq
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya tidak pernah merilis tentang adanya institusi di luar TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia.

“Saya tidak pernah “press release” (soal senjata), saya hanya mengatakan kepada purnawirawan, tapi berita itu bocor. Saya tidak akan menanggapi tentang itu,” kata Panglima TNI usai menutup Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Tahun 2017, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Ahad, 24 September 2017.

Panglima TNI mengakui bahwa beredarnya video dan rekaman tentang 5000 pucuk senjata yang viral di dunia maya, benar komentarnya.

“Seratus persen itu benar kata-kata saya. Tapi saya tidak pernah press release, sehingga saya tidak perlu menjelaskan hal itu,” jelasnya

Tentang kebenaran informasi bahwa ada institusi di luar TNI yang berencana memasukkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia, Panglima TNI kembali tidak mau menanggapi hal itu

Menanggapi pernyataan Menko Polhukam Wiranto bahwa ada kesalahpahaman komunikasi antara TNI, BIN dan Polri, kata Gatot, bisa ditanyakan kepada Wiranto langsung.

Gatot pun kembali membuktikan bahwa rekaman suara yang beredar itu benar-benar ucapannya, namun tidak merasa perlu bereaksi atas komentar siapapun tentang isu tersebut karena tidak pernah melakukan press release.

“Itu benar suara saya, 100 persen, tapi tentang kebenaran isi konten rekaman itu saya tak mau berkomentar,” katanya.

Sebelumnya dikabarkan, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo mengatakan adanya institusi tertentu yang akan mendatangkan 5.000 senjata secara ilegal dengan mengatasnamakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). berita ini dikutip dari dominoqq

Pernyataan itu disampaikan Jenderal Gatot dalam silaturahmi TNI dengan purnawirawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Jumat, 22 September 2017.

Sesudah pernyataan itu meluas, Menkopolhukam memberikan pernyataan bahwa ada pemesanan sejumlah 500 pucuk senjata untuk keperluan BIN.

“Dan saya cek, itu berhubungan dengan pembelian 500 pucuk senjata buatan Pindad yang dipergunakan untuk sekolah intelijen,” kata Wiranto.

“Senjata itu bukan standar TNI, jadi memang tidak perlu izin Mabes TNI. BIN cukup izin Mabes Polri dan itu sudah dilakukan,” sambungnya.

Namun masyarakat tidak begitu percaya tentang pernyataan Wiranto ini karena terlihat dipaksakan dan sama sekali tidak memiliki kesamaan dengan pernyataan Jendral Gatot sebelumnya, baik secara kuantitas maupun spesifikasi.

 

- Copyright © Berita Terupdate Intanqq - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -