Sabtu, 24 Maret 2018

Tidak Bergairah Ketika Berhubungan Intim? Inilah Penyebabnya!

Tidak Bergairah Ketika Berhubungan Intim? Inilah Penyebabnya!
   kurang bergairah ketika ingin melakukan hubungan intim merupakan hal yang sudah sering kali terjadi.

The recent Global Study of Sexual Attitudes and Behaviors (GSSAB) belakangan ini melakukan penelitian dan berhasil menemukan 26 hingga 43 persen wanita di seluruh dunia memiliki gairah bercinta yang lemah.

Yang menjadi penyebabnya kemungkinan berbeda pada setiap wanita.

Berdasarkan dari halaman resmi Dailymail menjelaskan bahwa sejumlah hal yang bisa mengakibatkan menurunya gairah seseorang. Sebagai berikut:

1. Mempunyai tingkat kepercayaan diri yang kurang
Sebagian besar pecinta hanya cenderung tertarik terhadap fisik seseorang. Ketika seorang perempuan mulai merasa gelisah terhadap penampilan dan berat badan maka ia merasa tidak percaya diri untuk berhubungan dengan pasangan. Hal ini bisa berpengaruh pada gairah untuk bercinta.

2. Sempat mengalami hal buruk pada saat bercinta
Tidak ada yang mengharapkan kejadian buruk menimpa pada dirinya. Namun tidak ada juga yang mencegah ataupun mengubah suatu kejadian buruk yang telah terjadi. Mungkin ada sejumlah wanita sempat mengalami hal buruk atau trauma saat bercinta, sehingga membuat mereka cenderung merasa takut ketika ingin kembali melakukan hubungan intim dengan sang suami. Trauma bisa berpengaruh pada psikis seseorang dan mengakibatkan di kehidupannya misalkan pada saat bercinta.

3. Merasa sakit saat melakukan hubungan intim
Sudah menjadi hal umum rasa sakit saat melakukan hubungan intim yang disebabkan perubahan hormonal terhadap perempuan yang biasanya disebut menopause. Rasa sakit ini bisa saja terjadi dikarenakan pelumas alami dari dalam tubuh seorang wanita tidak bisa melakukan produksi sebanyak seperti saat wanita belum mengalami menopause.

4. Memiliki testosteron yang rendah
Pengaruh terhadap fisiologis juga mempunyai peran penting terhadap gairah seorang wanita. Pengaruh fisiologis tersebut berupa estrogen dan testosteron. Estrogen berperan terhadap reseptivitas seksual, sedangkan testosteron berperan sebagai pendorong utama bagi wanita untuk meningkatkan gairahnya. Kekurangan testosteron ini sering kali terjadi terhadap wanita yang tengah memasuki masa-masa menopause.


- Copyright © Berita Terupdate Intanqq - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -