BandarQ- Politisi PDIP Menyatakan Setnov Harusnya Sadar Diri Dan Mundur Dari Jabatannya Sebagai Ketua DPR
Kamis, 30 November 2017
BandarQ- Politisi PDIP Menyatakan Setnov Harusnya Sadar Diri Dan Mundur Dari Jabatannya Sebagai Ketua DPR
![]() |
| Komarudin Watubun Menyatakan Setnov Harusnya Sadar Diri Dan Mundur Dari Jabatannya Sebagai Ketua DPR |
BandarQ
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Komarudin Watubun mengungkapkan bahwa sebaiknya Ketua DPR Setya Novanto sadar diri dan mundur dari jabatannya. Dia juga mengatakan agar Novanto tidak berlindung di balik proses hukum atas kasusnya e-KTP yang menjeratnya.
"Sebenarnya begini saya kan bicara beberapa waktu lalu, soal Pak Nov ini kan selama ini kan selalu bersembunyi di balik hukum. Padahal di atas hukum itu ada etika," kata Komarudin di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Selatan, Selasa (28/11).
"Harus secara sadar mengundurkan diri, tapi ya ini soal kesadaran orang saja," sindirnya
Menurutnya saat ini Ketua Umum DPP Partai Golkar itu harus berjiwa besar untuk meninggalkan jabatannya. Hal itu, kata dia, harus dilakukan agar menjaga stabilitas DPR
"Sebenarnya Pak Novanto lebih baik, harus berjiwa besar karena yang dia pimpin ini kan lembaga tinggi negara, lembaga yang simbolnya republik rakyat Indonesia ada dis itu. Dewan Perwakilan Rakyat RI. Jadi sebenarnya tidak perlu banyak beralasan soal hukum segala macam," jelasnya
Seperti kita ketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Novanto sebagai tersangka kasus korupsi e-KTP pada 10 November 2017. Resmi ditahan pada 19 November 2017.
Kemudian belum lama ditahan, Ketua Umum DPP Partai Golkar itu langsung mengirimkan surat 'Sakti' pada pimpinan DPR yang isinya meminta untuk diberikan waktu membuktikan dirinya tidak bersalah dalam sidang e-KTP dan tidak di proses secara etik dewan DPR. Pada tanggal 30 November 2017 ini Novanto juga akan menghadapi sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tentang status tersangka kasus korupsi e-KTP yang diberikan oleh KPK.







Posting Komentar